Rabu, 13 Oktober 2010

Typologi: Hari Raya Israel

(bagian I)

Typologi adalah pelajaran yang menguraikan tentang penggambaran sesuatu melalui sesuatu yang lain. Pada pembahasan kali ini kita mempelajari suatu penggambaran melalui hari-hari raya bangsa Israel dimana bangsa Israel mempunyai 7 Hari Raya Besar yang harus diperingati sampai saat ini. Ke-7 hari raya itu adalah:(1). Hari Raya Paskah; (2).Hari Raya Roti Tidak Beragi; (3). Hari Raya Buag Sulung/Bungaran; (4).Hari Raya Pentakosta; (5). Hari Raya Peniupan Serunai/Terompet/Sangkakala; (6).Hari Raya Pendamaian dan (7). Hari Raya Tabernakel/Pondok Daun. Ke-7 hari raya ini masing-masing mengambarkan sesuatu yang sangat menarik untuk dipelajari, sengat menguatkan iman kita, dan sekaligus harus menjadi pengalaman dan pengharapan kita.

1. Hari Raya Paskah (Pesah=melewati, Ibrani;passover, Inggris)
Waktu perayaan
Hari  ke 14 sore bulan Nisan atau Abib, yang menjadi bulan pertama dari kalender agama Yahudi yang jatuh pada bulan Maret/April kalender kita( Kel 12.2-3, 6-7).

Aspek Masa Lampau(Sejarah)
Hari Raya Paskah adalah suatu kisah sejarah:(1) Di mana terjadi pembebasan bangsa Israel dari perbudakan bangsa Mesir(Kel 12.4). Perbudakan ini telah dinubuatkan ini telah dinubuatkan kepada Abraham 400 tahun sebelumnya (Kej. 15.13-14) dan (2) Dimana Allah "melewati" rumah-rumah anak-anak bangsa Israel dan tidak membinasakan anak-anak sulung manusia dan binatang (Kel 12.12-13).

Aspek Masa Yang akan Datang(Nubuat)
Hari raya paskah tidak saja menjadi pengingat bagi generasi berikutnya bagaimana terjadinya pembebasan orang-orang Israel dari perbudakan bangsa Mesir, tetapi juga mengandung arti nubuat bagi pembebasan semua manusia dari dosa-dosa mereka melalui pengorbanan Anak Domba Allah, yaitu Yesus Kristus. Yesus adalah "Anak Domba Paskah" kita(Yoh 1.29; 19.36; I Kort 5.7; 1 Petr 1.18-19). Darah Yesus telah menyelamatkan kita. Oleh karena darahNya, hukum Allah telah dilalukan dari kita sehingga kita tidak binasa(Yoh 19.34; Kis 20.28; Rm 3.25; 5.9; Efs 1.7; Why 1.5;5.9).

Sekarang ini, kita tidak lagi merayakan Hari Raya Paskah karena hari raya itu telah digenapi. Dan Yesus memberikan kita suatu sakramen sebagai penggantinya untuk kita lakukan, yaitu Perjamuan Kudus. Perjamuan Kudus itu juga merupakan makna tipologis, yaitu:

Aspek masa lampau(Sejarah)
Perjamuan Kudus adalah suatu peringatan akan pengorbanan Yesus di mana Ia menyerahkan diriNya sebahgai korban penebusan dosa di kayu salib di Golgata bagi manusia. Roti yang dipecahkan melambangkan tubuhNya yang disesah, sedangkan anggur melambangkan darahNya yang tertumpah (Yoh 2.21; Mat 26.26; I Kort 11.24).





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar