Selasa, 14 Februari 2012

Berakar Dalam Kristus

             Sebagai orang yang telah menerima Kristus, kita memiliki akar yang dalam, akar di dalam Kristus. Yesus adalah pokoknya, dan kita adalah carang-carang di dalam Kristus. Yesus memiliki akar di dalam Allah Bapa, karena Bapa adalah si Empunya pohon itu. Rasul Paulus mengingatkan kita agar kita yang telah menerima Kristus Yesus sebagai Tuhan kita untuk terus berada di dalam Dia, dan dibangun di atas Dia, sehingga kita makin hari makin bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepada kita dan hati kita makin bertambah kaya dengan berbagai ucapan syukur. (Kolose 2:6-7). Dalam Efesus 3:17 Paulus menasehatkan kita agar terus berakar di dalam Kristus agar berlimpah kasih kita: “ sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih. “
                Salah satu inti dari surat Kolose tersebut adalah: Kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita. Nast ini diawali dengan; Kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita”. Penerimaan akan Kristus diingatkan sebagai awal dari perubahan hidup yang dialami orang percaya. Ayat ini dilanjutkan dengan kalimat: ”Karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia. Kristen sejati bukanlah sekedar terdaftar sebagai warga jemaat, bukan sekedar tertulis di buku gereja, bukan juga asal datang kebaktian lalu pulang tanpa mengalami perjumpaan dengan Tuhan. Sebab iblis jaman sekarang licik sekali, dia tidak peduli seberapa banyak orang yang datang beribadah setiap minggu ke gereja.
Ada dua proses yang harus dialami oleh setiap orang percaya sebagaimana terdapat dalam ayat 7 yakni BERAKAR DAN DIBANGUN di atas KRISTUS. Proses pertama dan yang paling awal adalah berakar, karena memang akarlah yang menentukan kwalitas pertumbuhan. Selanjutnya kata ”DIBANGUN” di atas Dia, tidak terlepas dari peran fondasi yang memberikan jaminan kekokohan. Fondasi itu adalah Yesus Kristus (I Kort 3.11). Proses berakar ini adalah proses yang terus menerus, jangan pernah lengah dan berdiam diri, iman harus dijaga dengan cara seperti yang dikatakan Petrus; buanglah segala kejahatan, tipu muslihat, kemunafikan, kedengkian dan fitnah(I Petr 2.1).  Ini jelas-jelas merupakan suatu ancaman dalam kehidupan orang yang percaya, terganggunya pertumbuhan iman kita. 
                Pada Jubileum 150 tahun HKBP ini, sudah saatnya kita memeriksa ulang perjalanan hidup kita sebagai pengikut Yesus Kristus. Apakah kita sudah BERAKAR, BERTUMBUH dalam KRISTUS dimana hidup kita melahirkan kebaikan, keadilan, dan kebenaran atau apakah masih ada perbutaaan-perbuataan kegelapan yang menyelubungi hidup kita? Nats Khotbah Minggu ini adalah merupakan thema Jubelium HKBP pada usia yang ke 150 Tahun, dimana tahun ini merupakan moment penting untuk membenahi kehidupan dalam kasih dan tuntunan Tuhan dalam setiap jemaatNya. Jemaat yang missioner, memiliki jati diri yang jelas di hadapanNya. Bertumbuh sebagai tubuh yang hidup dalam globalisasi yang menantang  pertumbuhan iman yang berakar dalam diriNya. Ini merupakan bagian dari rencana Tuhan untuk memilih orang Batak menjadi bagian dari pemilihanNya untuk menerima Khabar Baik dan keselamatanNya. Orang-orang yang mengandalkan Tuhan mendengar firman itu, dan menyimpannya dalam hati yang baik dan mengeluarkan buah dalam ketekunan." (Lukas 8:13-15). Semoga firmanNya semakin Berakar, bertumbuh dalam diri kita semua, sebab kita adalah milikNya. Amin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar