Jumat, 10 Februari 2012

Tuhan Yang Menyembuhkan

          Di era dunia IPTEK saat ini, begitu banyak upaya dan usaha menciptakan suasana yang lebih nyaman, enak dan dapat dinikmati ”hidup sehat”. Salah satu yang diupayakan teknologi canggih yang kini sudah menjamur ialah menciptakan suatu sarana berupa Audio dalam DVD ini berfungsi untuk menstimulasi otak Anda dengan Musik Terapi Gelombang Otak frekwensi Delta dipadu dengan Healing Music (Musik Penyembuhan), sehingga di harapkan Anda merasakan rileks yang begiu dalam dan fokus pada penyembuhan, dan juga Anda merasakan tidur pulas yaitu otak anda benar-benar pada frekwensi Delta. Dengan mendengarkan Musik Gelombang Otak (Brainwave) Penyembuhan & Kesehatan ini Anda akan merasakan rileks yang begitu dalam. Fokus Anda pada penyembuhan atau pemulihan kesehatan akan secara langsung berimbas pada tubuh dan kehidupan Anda. Perasaan bahagia yang Anda rasakan sebagai tanda meningkatnya sistem kekebalan dan mengaktifkan kemampuan tubuh melakukan penyembuhan secara alami. Quantum penyembuhan dalam program ini, menjadikan tubuh Anda memicu kekuatannya untuk menciptakan bio-kimia berguna untuk menyembuhkan penyakit dan memulihkan kesehatan. Anda mempunyai kekuatan dalam diri Anda untuk sehat, sebagaimana yang Anda harapkan dalam hidup.
         Nah apa yang boleh kita lihat dari usaha diatas menyatakan bahwa ”Kesehatan itu mahal”. Ada banyak orang Kristen yang bertindak seperti Naaman; mengharapkan proses kesembuhan dengan cara yang ajaib an luar biasa. Tidak jarang doa semalam suntuk, doa syafaat pun turut dilakukan dan dibanding-bandingkan. Ketika doa diucapkan panjang dengan berapi-api maka dianggap berkasiat dan dipenuhi Roh Kudus. Akan tetapi ketika doa dengan lembut dan singkat, maka dianggap tidak berkasiat. Namun pelajaran apa yang dapat kita petik dari Nats kita kali ini 2 Rajaraja 5.1-14, bahwa Tuhan bekerja melalui banyak cara. Cara apapun yang dipakai Tuhan, diperlukan iman untuk mau melakukannya tanpa keraguan sedikit pun. Nabi Elisa, berperan sebagai penghubung antara Allah dengan Naaman dan raja Yoram. Dan kesembuhan dari Tuhan Israel adalah kesembuhan menyeluruh termaksud penghapusan dosa.
         Pada saat ini begitu banyak penyakit-penyakit yang menghantui manusia, seperti penyakit sosial, kenakalan geng motor, koruptor dsb, yang semakin mengkwatirkan kita semuanya. Bagaimanakah kita menghadapi penyakit-penyakit ini? Datang pada Tuhan dan melakukan perintahnya. Seringkali kita seperti raja Yoram yang tidak menyadari bahwa ada Tuhan ”Maha Tabib” yang selalu dekat yaitu Tuhan Yesus. Hanya Dialah pengharapan dunia untuk mengatasi segala penyakit sosial yang kini menghantui kehidupan kita semua. KJ. 343 ”Dunia dalam rawa paya, berjuang t’rus. Kristen, manakah cahaya Injil kudus? Biar dalam g’lap gulita bergemilang....” Nah ini menandakah bahwa kita hidup pada dunia yang penuh perjuangan untuk melawan segala penyakit2 sosial, kejahatan yang dipertontonkan oleh lingkungan kita sendiri yang kadang kala menghancurkan impian kita. Karna itu lihat anak domba Allah, yang menghapus dosamu, dosa dunia, dosa kita semua. Jauhkan sifat yang mengandalkan kehebatan, keangungan, keperkasaan kita untuk meminta kesembuhan dari Tuhan. Ingat diatas langit masih ada langit! Biasakan diri memahami seluruh kehidupan ini dari sudut Allah, menilai hidup ini bukan hanya dari sudut materi tetapi terutama dari sudut spiritual. Kebiasaan seperti ini akan membawa kita kepada kedalaman spiritual untuk mendapatkan kesembuhan dari tangan kuasaNya. Amin

Rabu, 08 Februari 2012

Tuhan Adalah Gembalaku

Seorang pengamen di sebuah terminal melantunkan sebuah puisinya yang sebagian berbunyi sebagai berikut; Keadilan, keadilan, rakyat teriak keadilan, Keadilan, keadilan, orang miskin berteriak keadilan, tetapi orang yang kenyang semakin kenyang, orang lapar semakin lapar”. Puisi ini sebenarnya menggambarkan kerinduan rakyat dan menjadi sindiran bagi pemimpin negara ini supaya memperjuangkan keadilan. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia kata Adil berarti tidak berat sebelah, tidak memihak, berpihak kepada yang benar, sepatutnya, tidak sewenang-wenang. Sedangkan kata ”keadilan” berarti (perbuatan dan perlakuan) yang adil. Saat ini keadilan seperti sebuah barang yang mudah diperdagangkan. Orang yang kaya dan berkuasa bisa dengan mudah membeli keadilan, sehingga yang disebut dengan keadilan adalah menurut pendapat dan keinginan mereka. Muda foya-foya, tua kaya raya, kalau mati masuk sorga. Filsafat ini mewarnai pola pikir banyak orang, bahkan mungkin erat dengan pandangan orang-orang muda di belahan dunia saat ini.
Sebagai Gembala yang baik, Yesus melakukan yang terbaik bagi kita, domba gembalaanNya. Dan sebagai domba, seharusnya kita tidak keberatan ketika Dia mengajak kita berjalan melalui lembah kehidupan. Walaupun mungkin disana kita akan mengalami ketakutan, kecewa, frustasi, seolah hilang harapan, tapi ingatlah bahwa Sang Gembala tidak pernah meninggalkan kita sendirian. Dia ada bersama kita untuk menjaga, bahkan menyediakan semua kebutuhan kita (bnd Mzm 33.55). Gembala tahu bagaimana memberi rasa aman dan cukup bagi domba-dombanya. Kehadiran Gembala yang baik selalu memberi rasa tenang dan cukup bagi kita. Orang yang tetap mengandalkan Tuhan, akan selalu mengalami kemenangan. Jangan berharap menjadi orang sukses sebelum mencoba menjadi setia. Iman harus menjadi dasar hidup orang percaya di tengah-tengah permasalahan. Karena Tuhan Yesus telah menang dan hidup, Ia sanggup menolong kita. Laut yang tenang tidak akan pernah menghasilkan pelaut-pelaut yang tangguh. Kerinduan Tuhan adalah semua anak-anakNya berkarakter yang tangguh. Kehadiran Kristus akan mengubah label buruk yang selama ini menempel di hidup orang yang berdosa.
Jika kita membaca Mazmur 23, Daud mengalami saat-saat berat sejak muda. Ia mengenal Allah sebagai seorang gembala yang baik, hal itulah yang membuatnya bertekun. Mazmur 23 ini merupakan ungkapan isi hati dan pokok-pokok doanya. Pokok doa pertama adalah menyatakan gembala yang baik, dimana Allah yang menentukan untuk memenuhi kebutuhan jiwa Daud, karena itu ia meminta pemenuhan kebutuhan akan kasih sayang yang tidak ia dapatkan dari siapapun di dunia ini. Pokok doa kedua, ia meminta kebutuhan sandang pangannya, dan juga meminta perlindungan dari Allah, karena ia merasa tenang bila dekat dengan Allah, sehingga ia dapat membaringkan dirinya dengan tenang dan bebas tanpa rasa ketakutan. Pokok doa yang ketiga, :Ia menyegarkan jiwaku” terjemahan bebasnya, ”Ia membawa pulang nafasku”. Daud berdoa supaya Tuhan mengembalikan semangat dan kekuatan hidupnya. Ia percaya saat ia lemah, di saat ia kehilangan tempat bersandar, Tuhan akan menjadi kekuatan hidup dan tempat ia bersandar. Pokok doa yang keempat, ia meminta perlindungan atas nyawanya, sehingga tidak ada orang atau makhluk apapun yang berkuasa yang dapat mengambil nyawanya, hidupnya ada di tangan Tuhan, karena kekuasaan Tuhan melindunginya. Tongkat berbicara tentang kekuasaan (Bil 17.6). Daud percaya sepenuhnya kepada kemahakuasaan Allah. Kemahakuasaan Allah menjadi penghibur dan kekuatan bagi setiap orang yang datang kepadaNya. Bagai domba yang lemah. kita dapat mengandalkan Yesus, Gembala yang baik. Domba yang lemah akan menjadi kuat di tangan Gembala yang baik. Amin

Minggu, 05 Februari 2012

Hidup Dalam Kerendahan

Cerita ini terjadi ketika Yesus dan murid-muridnya sampai di Kapernaum (Mrk 9.33), ditengah perjalan diantara murid Yesus terjadi perdebatan hebat siapa yang terbesar diantara mereka (Mrk 9.34). Ketiga Injil Matius, Markus dan Lukas perdebatan ini juga di muncul pada Luk 9.46-48. Pertanyaan ini muncul di sebabkan oleh karna keinginan untuk lebih istimewa dari antara yang lainnya, ingin lebih terkenal, lebih di hargai dan di nomor satukan di hadapanNya. Pada saat itu ada sebuah sekte yang terdapat pada agama Yahudi yang bernama sekte ”Qumran” yang mengatakan; bahwa kedudukan/posisi dalam Kerajaan Sorga/Allah sesuai yang ditentukan oleh seseorang”. Akibat daripada itulah yang membuat murid-muridNya ingin lebih tahu kedudukan diantara mereka siapa yang lebih tinggi di dalam kerajaan Sorga.
Tuhan Yesus memberikan jawaban atas pertanyaan itu dengan ajaran yang lebih praktis dan mudah agar pemahaman itu menjadikan mereka lebih dewasa meyikapi siapa yang lebih posisinya dan supaya diantara mereka saling merendah akan tetapi saling menghormati. Yesus memberikan ajaran bagaimana memiliki sikap, tindakan, perbuatan yang terbaik antara satu dengan yang lainnya inilah dasar untuk menjadi yang lebih baik dipandang dari sudut Kerajaan Sorga, yaitu mereka harus memiliki sikap, tindakan dan perbuatan;
1. Tulus dan rendah hati
Ketulusan/kejujuran adalah dasar utama untuk melakukan apapun yang kita inginkan dalam hidup ini. Ketulusan/kejujuran hati melakukan suatu hal merupakan kata sukses dan berhasil, atau dengan kata lain ketulusan hati adalah awal yang terbaik. Dalam hidup murid-murid Tuhan Yesus sudah semakin keingin yang pertama/utama (penonjolan diri) bnd Fil 2.1-4. Yesus memberikan contoh yang sangat sederhana ibarat seorang anak kecil yang memiliki hati yang jujur dan tulus untuk segala sesuatu yang ada pada dirinya. Jika kita ingin lebih besar inilah yang harus dilakukan, tulus dan rendah hati. Pertobat yang dimaksud oleh Yesus pada nats ini ialah agar mereka seperti anak kecil merendahkan diri, merendahan hati, mengikuti hati dan tindakan apa yang dilihat dan diperbuat oleh orang tuanya. Hanya sikap inilah yang akan memasuki kerajaan Sorga. Tidak ada tinggi hati, hati ambisi atau yang saling merebutan, tidak ada pikiran yang mencari kelebihan dari orang lain(mau berbagi) atau penonjolan diri.
2. Ada ketergantungan pada orang tua
Anak-anak tidak pernah berpikir bahwa ia dapat hidup dengan dirinya sendiri. Ia tulus bergantung pada orang-tua dimana seluruh kebutuhan yang dia inginkan selalu disampaikan kepada orang-tua.sebab ia yakin dan percaya bahwa orangtuanya akan memberikan yang terbaik dalam hidupnya, dan orangtua tahu apakah itu baik dan berguna baginya. Demikian hidup orang Kristen yang percaya kepada Tuhan Yesus, tidak bisa menentukan hidup dengan kekuatan dirinya hanya Tuhanlah yang selalu memberikan apa yang terbaik. Ada ungkapan bijak”Rencana Tuhan lebih baik daripada rencana manusia”(bnd Yes 55.8). 
3. Setia dan percaya
Kesetian salah satu upaya kita untuk menyerahkan hidup pada siapapun, tulus hati, rasa ketergantungan membawa manusia membawa ke alam setia dan percaya. Seorang anak kecil lebih percaya pada orang yang dia kenal, yang sering bergaul dengan dirinya, artinya manusia juga demikian halnya semakin dekat kita kepada Tuhan maka ini akan mendasari kita untuk setia dan percaya kepada Tuhan (Mzm 33.18).

Kamis, 02 Februari 2012

Hakekat Dosa

  1. Apakah sebenarnya dosa?
a.  Sangat perlu kita ketahui supaya kita dapat mengenalnya dalam kehidupanm kita sehari-hari dengan mengenalnya, kita dapat melawan dan menghidarinya.
b. Menurut Kej 4.7 : dosa adalah musuh yang setiap saat mengintip. Selalu menggoda manusia, namun Tuhan mengatakan : “engkau harus berkuasa atasnya”! sehingga Rasul Petrus memperingatkan para murid-muridNya atau pengikut Yesus agar “berjaga-jaga, lawanmu iblis, berjalan berkeliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya”. Petrus berkata kemudian : “ Lawanlah dia dengan iman yang teguh “(ay 9). Senjata yang paling ampuh tidak lain daripada iman.
c.  Sifat dosa, selalu bersembunyi, dia sangat licik. Tidak mau menunjukkan . dia selalu berlindung dibelakang perbuatan yang tampaknya baik. Kejahatan biasanya menjelma dalam perbuatan yang sementara dilihat baik. Dia tidak mau menunjukkan hakekatnya yang asli; sebagai contoh : Iblis menggoda Tuhan Yesus dipadang belantara, godaannya tampaknya indah sekali: dibawa ke atas gunung, serta menjanjikan akan memberikan semua harta yang megah pada Yesus asalkan Yesus mau sujud menyembah dia. Nampaknya baik, isinya jahat. Sewaktu Yesus lapar, iblis menawarkan agar batu itu dijadikan roti, nampaknya baik, seolah-olah turut merasakan kelaparan Yesus, tetapi isinya jahat. Iblis membawa Yesus ke kota suci diatas menara Bait Allah. Iblis dengan kelicikannya menggoda Yesus membuat tanda ajaib dengan menerjunkan diriNya justru malaikat-malaikat telah akan segera menangkapnya. Kata-kata itu nampaknya baik, tetapi maksudnya jahat.
Dosa tidak selalu menyatakan diri dalam perbuatan-perbuatan jahat seperti membunuh,mencuri, dsb. Tetapi dengan segala kelihaiannya, dia berusaha agar manusia terperdaya dengan caranya. Kita coba dulu menelusuri gaya dosa itu menurut Alkitab :
Dalam Perjanjian Lama:
Dosa adalah: Ketidakmauan berbicara dengan Allah(Kel 20.20). Israel tidak mau berbicara dengan Tuhan, mereka takut.
Dosa adalah : Kesalahan, mulut manusia mempersalahkan dia menjadi berdosa (Kel 15.5).
Dosa adalah : Pemberontakan terhadap Tuhan ( I Raja 12.9).

Dalam Perjanjian Baru:
Dosa adalah :Pelanggaran akan hukum Allah ( I Yoh 3.4)
Dosa adalah : Anomia atau perbuatan tanpa kasih ( I Yoh 4.8)
Dosa adalah : Kejahatan ( I Yoh 5.17)

Tabiat dosa dengan semua kenyataannya sudah digambarkan dalam kej 3, yakni:membuat manusia membenci Allah dan berakibat membenci sesama manusia. Kebencian itu ditumbuhkan dengan bibit berupa :
    1. Keragu-raguan
    2. Ketidak percayaan
    3. Keinginan
Cobalah membaca buku Kej 3, lalu tulis satu tulisan kecil, dimana abc dicakup dan mencakup pengertian  bibit dosa itu dengan implikasinya dalam dosa-dosa yang kita kenal dalam kehidupan sehari-hari.

2. Perkembangan Dosa dan akibatnya :
Seluruh manusia telah berbuat dosa dan telah kehilangam Kemuliaan Allah. Roma 3.9-23 bahkan disebut, semua telah terkurung dibawah kekuasaan dosa (Gal 3.22). Sarx atau daging itulah yang telah dikuasai dosa Roma 5,12, lewat daging dosa itu menyebar dimana Adam & Hawa dengan dosanya berakibat juga pada semua orang yang memiliki sarx atau daging itu. Inilah yang disebut “dosa yang bersifat umum”. Dosa ini menjadi bibit bagi dosa-dosa yang diperkembangkan orang-orang sendiri-sendiri, sehingga ada orang-orang yang diperbudak dosa itu. Itulah sebanya maka Rasul Paulus mengatakan bahwa dengan dosa itu menyeret dirinya sendiri ke dalam perbudakan sehingga ia harus menaklukkan dirinya kepada tuntutan-tuntutan dosa ( Roma 6.13 ff ). Dalam perkembangan dan akibat dosa itu dalam aspek kehidupan manusia nampak dalam hal 2 bentuk sesuai dengan ajaran Paulus yaitu :
  1. Dosa itu bergerak dari dalam hati manusia dan menampakkan dirinya dalam perbuatan di luar manusia itu sendiri.
  2. Dosa itu bergerak dari luar dan menyebar ke dalam hati manusia. Dia membenci sesuatu, tetapi tetap dilakukan. “ karena bukanlah apa yang dikehendakinya diperbuat, tetapi apa yang dibenci itulah yang diperbuat (Roma 7.14).
 Seluruh manusia telah berbuat dosa dan telah kehilangam Kemuliaan Allah. Roma 3.9-23 bahkan disebut, semua telah terkurung dibawah kekuasaan dosa (Gal 3.22). Sarx atau daging itulah yang telah dikuasai dosa Roma 5,12, lewat daging dosa itu menyebar dimana Adam & Hawa dengan dosanya berakibat juga pada semua orang yang memiliki sarx atau daging itu. Inilah yang disebut “dosa yang bersifat umum”. Dosa ini menjadi bibit bagi dosa-dosa yang diperkembangkan orang-orang sendiri-sendiri, sehingga ada orang-orang yang diperbudak dosa itu. Itulah sebanya maka Rasul Paulus mengatakan bahwa dengan dosa itu menyeret dirinya sendiri ke dalam perbudakan sehingga ia harus menaklukkan dirinya kepada tuntutan-tuntutan dosa ( Roma 6.13 ff ). Dalam perkembangan dan akibat dosa itu dalam aspek kehidupan manusia nampak dalam hal 2 bentuk sesuai dengan ajaran Paulus yaitu :
  1. Dosa itu bergerak dari dalam hati manusia dan menampakkan dirinya dalam perbuatan di luar manusia itu sendiri.
  2. Dosa itu bergerak dari luar dan menyebar ke dalam hati manusia. Dia membenci sesuatu, tetapi tetap dilakukan. “ karena bukanlah apa yang dikehendakinya diperbuat, tetapi apa yang dibenci itulah yang diperbuat (Roma 7.14).
3. Apakah ada tingkatan-tingkatan dosa ?
   Dalam Alkitab, seolah-olah ada perbedaan dosa itu. Tetapi bukan menggaris bawahi tingkatan-tingkatannya.
Dalam P.Lama, ada dosa-dosa yang sesaat terjadi dan ada dosa yang disegaja(Mzm 19,13 dan Bil 15.27-31). Dalam P.Baru pun ada nampak seolah-olah diperbedakan, ada dosa cabul, mabuk, fitnah, menipu ( I Kort 6.9-10; Gal 5.21). Ada juga dosa yang tidak disegaja, namun demikian, tidak perlu diperdebatkan secara timbangan dengan mengatakan ada dosa ringan dan dosa berat. Dosa bagaimanapun jenisnya, tetap tidak berkenan pada Tuhan dan tetap menerima murkah Tuhan. Namun, betapapun keadaanya, tetap dapat diampuni Tuhan (Ibrani 4.16). tetapi ada dosa yang tidak dapat diampuni, yaitu dosa yang menghujat Roh Kudus (Mat 12:31; Mark 3.24 dan Luk 12.10), maksudnya : “ dengan sengaja menolak pernyataan Roh Kudus bahkan pernyataan Roh Kudus itu dianggap sebagai karya setan. Dengan demikian, dapat kita simpulkan sebagia berikut,dosa menghujat Roh Kudus yang tidak terampuni, adalah : “ Jika Roh Kudus karena karya peneranganNya telah memberikan keyakinan kepada seseorang, bahwa Yesus Kristus adalah Jurus’lamat yang datang dari Allah, padahal kesaksian itu dengan sengaja ditolak, bahkan justru dipandangnya sebagai datang dari setan, orang itu melakukan dosa yang disebut “dosa menghujat Roh Kudus”.

Rabu, 01 Februari 2012

Sunat Tanda Perjanjian Allah

1. Pendahuluan
Sebagai warga Kristen yang beriman berarti kita adalah manusia yang berpengharapan di dalam Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus akan mendapatkan keselamatan, kasih karunia dan hidup yang kekal. Apakah yang menjadi alat keselamatan tersebut? Di dalam PL kita mengenal sunat (Kej 17.1-27), sedangkan dalam PB kita mengenal baptisan dan kita sebagai warga Kristen juga mengenal sunat. Akan tetapi tidak sampai disitu saja, namun bagaimana sebenarnya hubungannya dengan istilah "baptisan" di dalam PB atau yang kita kenal sekarang ini.
2. Arti dan makna Theologis Sunat sebagai Tanda Perjanjian menurut PL
Secara harafiah atau secara ratio kita, sunat itu dapat kita artikan secara praktis adalah pemotongan kulup kelamin atau membuang sebagian dari kelamin laki-laki. Berangkat dari Kej 17.1-27, disana telah diuraikan dengan jelas bahwa sunat merupakan tanda keanggotaan dalam perjanjian Allah dengan umatNya. Dalam ay 14 ditetapkan dengan tegas bahwa penyunatan menjadi suatu syarat mutlak untuk keanggotaan dalam jemaat, sebagai alat pengantara keselamatan dan barang siapa menolaknya tidak berhak atas keselamatan itu sendiri. Sunat menjadi tanda perjanjian yang dilakukan Allah dengan Abraham. Setiap laki-laki di dalam rumahnya dan menjadi kepunyaan Abraham haruslah disunat. Jika seseorang dari keturunan Abraham tidak memenuhi perintah Allah ini, maka ia memutuskan perjanjian dengan Allah ia akan dihukum, akan di basmi, ia akan mati oleh karena melanggar perintah Allah. Berdasarkan atas perjanjian tersebut, semua keturunan Abraham diharapkan akan taat kepada Allah, tidak hanya itu saja mereka akan diberikan keselamatan asal mereka mau disunat. Oleh karena itu sunat menjadi suatu tanda dari karya kasih karunia dimana Allah memilih dan menandai orang-orang milikNya.
Dalam PL bangsa Israel diharuskan menyunatkan anak laki-lakinya setelah berusia 8 hari. Tuhan yang memberikan peraturan tersebut kepada umatNya Israel karena itulah tanda dan cap. Tanda adalah sesuatu yang dapat dilihat untuk menggambarkan hal yang tidak dapat dilihat, dan cap adalah suatu pertanda yang menjamin ketulenan sesuatu. Adapun makna theologis atau arti dari sunat bagi orang Israel adalah:
1. Sebagai pengampunan dosa
Pemotongan dan pembuang kulup adalah lambang pembuangan dosa karena pada dasarnya manusia itu adalah kotor, najis dan jahat.
2. Sebagai lambang hidup baru kepada orang beriman
Suatu pertanda hati yang disunat yakni hati yang baru yang diberikan kepada orang beriman (lh Roma 2.29; Yes 4.4)
Tetapi walaupun demikian, sunat itu sendiri tidaklah menyelamatkan sebab yang menyelamatkan adalah iman. Sama halnya dengan Abraham, sebelum ia disunta ia sudah dibenarkan karena iman. Sunat tersebut hanyalah menjadi suatu tanda atau pengukuhan perjanjian Allah(lh Roma 4.11). Akan tetapi sunat memang bukan hanya suatu tanda atau ibarat semata-mata, sebab bersamaan dilaksanakan sunat itu Tuhan Allah berkenan memberikan pengukuhan, memberikan jaminan bahwa sama seperti kulup orang itu telah dibuang, demikian juga Tuhan Allah telah membuang dosa orang yang disunati jika ia percaya.

3. Sunat menurut PB
Dalam sunat seharusnya bangsa Israel hidup sebagai suatu bangsa yang dikuduskan maka seluruh hidupnya haruslah dipersembahkan kepada Allah. Tetapi semuanya itu mengakibatkan kesombongan bagi diri mereka. Mereka beranggapan bahwa mereka adalah bangsa yang dikuduskan, bangsa yang bersunat bangsa yang baik.
Di dalam PB sunat tersebut telah diperbaharui atau digantikan dengan "Baptisan Kudus". Pelayanan baptisan tidak asing lagi bagi lingkungan ibadah Yahudi seperti di Sinagoge yang dikenal dengan baptisan proselit yakni baptisan bagi orang-orang yang diinginkan memasuki agama Yahudi seperti orang kafir haruslah dibaptis atau dibersihkan dan disucikan.Hubungan antara baptisan kudus dengan sunat pada hakekatnya makna dan arti keduanya adalah sama saja. Baik sunat Perjanjian Allah, sehingga pada hakekatnya hanya berbentuk tandanya yang lainnya.

4. Kesejajaran Sunat dengan Baptisan
Sunat sebagai tanda perjanjian Allah dengan Abraham menjadi titik berangkat dari penjelasan dengan Abraham menjadi titik berangkat dari penjelasan dalam skop ini. Sunat menjadi tanda perjanjian kasih karunia dalam arti bahwa dengan sunat Abraham dan keturunannya masuk dalam perjanjian Allah yang didasari iman kepada Allah (bnd Rm 4.11). Bagaimana kesejajaran sunat tersebut dengan baptisan yang kita kenal sekarang ini. Dalam Kolose 2.11-12 dijelaskan bahwa orang percaya telah disunat yaitu dengan sunat Kristus yang dinyatakan dalam baptisan air. Ia telah dikuburkan dan dibangkitkan bersama Kristus dalam iman kepada Allah. Oleh karena itu berdasarkan Kej 17 dengan Kol 2.11-12 kita dapat menyimpulkan bahwa kesajajaran sunat dengan baptisan adalah: "Sunat telah digantikan dengan baptisan, sunat dalam PL dan baptisan dalam PB keduanya sama saja. Arti  theologiannya sama yaitu sebagai alat perjanjian atau tanda keselamatan untuk memperoleh kasih karunia dari Allah. Tetapi keduanya (baptisan dan sunat) tidak terlepas dari iman. Bukankah Abraham dibenarkan karena iman (Rm 4). 
Demikian juga dengan baptisan, memang baptisan itu sabagai perjanjian Allah kepada manusia untuk mendapatkan kesematan dan dasar dari segalanya ialah iman (Mrk 16.16) sebab dengan iman kita layak menerima baptisan kudus dan berkat tersebut hanya diberikan kepada orang beriman.
suatu rang tini

5. Arti dan Makna Baptisan bagi orang Kristen
Baptisan dalam bahasa Yunani disebut Babtizo yang artinya membasahi. Dewasa ini orang Kristen mengenal 2 jenis baptisan yaitu dengan cara memercikkan air ke atas kepada dan membenamkan atau menyelamkan. Dan kedua cara ini adalah sama saja, karena hal itu hanyalah sebagai soal praktis saja. 
Baptisan adalah alat keselamatan. Akan tetapi kita janganlah salah tanggap terhadap arti yang sebenarnya.Bukan berarti kalau kita dibaptis kita akan memperoleh keselamatan. Apa yang dikaruniakan oleh Tuhan Allah dengan perantaraan babtisan itu juga dikaruniakan dengan perantara iman. Yang berarti orang yang dibaptis tanpa beriman ia tidak akan beroleh keselamatan tersebut. Yang dituntut secara mutlak dari orang Kristen saat ini untuk mendapatkan keselamatan yang dikaruniakan Allah di dalam Kristus adalah iman. Baptisan dan iman keduannya menjadi alat orang beriman untuk mendapatkan keselamatan (Mrk 16.16).
Adapun makna dari baptisan itu adalah:
1. Orang yang percaya dibenarkan dan diberikan pengampunan dosa (Kis 2.38) sama halnya darah Kristus sebagai pertanda atau ditandai untuk memberi pengampunan dosa bagi orang.
2. Hidup dalam kelahiran yang baru dan memperoleh kemerdekaan dari Yesus, tidak lagi hidup dalam dosa
3. Tuhan memasukkan kita dalam perjanjian barunya sehingga kita wajib hidup sebagai anggota PB yang benar-benar yakni, hidup dengan azas memuliakan nama Tuhan baik secara individu maupun sebagai anggota tubuh Kristus (yang beribadah).
4. Satu tubuh, dan satu Roh, sebagaimana kamu telah dipanggil kepada satu pengharapan yang terkandung dalam panggilanmu, satu Tuhan, satu iman, satu baptisan,satu Allah dan Bapa dari semua, Allah yang di atas semua dan oleh semua dan di dalam semua (Efs 4.4-6).

6. Refleksi (Baptisan HKBP)
Berangkat dari nats kita Kej 17.1-27 bahwa sunat itu sebagai tanda perjanjian yang kekal. Sunat tersebut haruslah diwariskan turun temurun. Sehingga di dalam PB sunat tersebut telah diperbaharui dengan baptisan. Dalam kitab Rm 2.17-29 ditekankan bahwa Paulus menasehati orang Yahudi supaya sunat bukan secara lahiriah tetapi bersunat secara rohani dan sunat di dalam hati (lht ay.29). Demikian juga halnya dengan warga Kristen saat ini, khususnya gereja HKBP supaya menginsafi bahwa Baptisan itu sebagai alat keselamatan untuk memperoleh kasih karunia dan hidup yang kekal. Janganlah baptisan ini dipakai hanya sebagai tradisi saja.
Menurut Agenda HKBP, baptisan dapat dibagi dalam 3 bagian atau jenis yaitu;
1. Baptisan anak-anak
Pesan Agung Tuhan Yesus dalam Mat 28.19-20 menjadi dasar bagi orang Kristen untuk melakukan pelayanan baptisan tersebut. HKBP saat ini cenderung melaksanakan pelayanan baptisan pada anak-anak. Melalui baptisan ini anak-anak sudah menjadi milik Kristus. Orang tua si anak meminta supaya anaknya itu dibaptis dan disinilah terdapat perjanjian orang tua agar dia bersedia membimbing anaknya dan menasehati supaya mengenal kasih Allah yang sudah diterima pada saat anak itu dibaptiskan. Dan berjanji supaya anak itu mengenal Pendidikan Agama Kristen Protestan, supaya dia menjadi warga yang hidup ditengah-tengah jemaat khususnya di depan Yesus Kristus.
Dalam baptisan anak-anak juga memerlukan kesadaran iman orang tua dan mereka ini harus mendidik anak-anaknya dalam iman, dan baptisan anak-anak merupakan suatu panggilan orang tua untuk bergaul dengan Allah dalam iman agar Allah memenuhi janji keselamatan yang akan diberikan kepada si anak.
2. Baptisan orang dewasa
Di dalam baptisan ini dia dituntut supaya mengakui dosanya dan tidak mengulanginya lagi supaya tidak kena penghukuman dan menuntut dia  agar menyesali atas dosa yang diperbuat selama belum dibaptis dan menuntut supaya ia meninggalkan dosa dan perbuatan yang tidak berkenan di hati Allah dan supaya menerima yesus Kristus sebagai penebus dosa manusia yang akan datang ke dunia ini.
3. Baptisan darurat
Baptisan darurat diberikan secara mendadak kepada orang yang akan meninggal dunia yang belum dibaptis, biasannya bayi atau orang yang sakit keras. Karena baptisan ini sifatnya tergesagesa maka setiap orang boleh membaptis. Tujuan daripada baptisan ini adalah untuk menyampaikan di bayi kepada Allah hidup atau mati supaya ia menjadi warga Kerajaan Allah.

7. Kesimpulan
Sunat yang merupakan tanda perjanjian Allah dengan Abraham (Kej 17) telah diperbaharui oleh PB sebagai "baptisan" (Kol 2.11-12). Dimana arti dan makna dari keduannya (sunat dan baptisan) adalah sama antara lain:
  1. Sebagai alat keselamatan untuk menerima janji-janji akan kasih karunia dari Allah
  2. Sebagai tanda dan materai bahwasannya kita ikut di dalam persekutuan Kristus dan untuk PL sebagai persekutuan warga Israel yang taat kepada Allah
  3. Sebagai pengampunan dosa karena melalui baptisan kita di bersihkan dari dosa-dosa sehingga kita beroleh hidup baru (Rm 6.3).

Kamis, 08 Desember 2011

Yang terbaik bagi Tuhan

           Ada banyak alasan dan latarbelakang seseorang memberikan sesuatu kepada Tuhan sebagai tanda ucapan syukur atas kebaikan dan berkat yang sudah dirasakan. Memberikan yang terbaik sudah merupakan bagian hidup manusia ini boleh kita lihat dengan jelas dimana anak manusia pertama; Kain dan Habel memberikan persembahan kepada Tuhan (Kej 4.3-4). Namun apa yang terbaik bagi Tuhan itulah yang diberikan oleh Habel dan yang diterimah olehNya sebagai tanda ucapan syukur dihadapanNya. Berbeda dengan sikap dan perbuatan Kain yang memberikan yang tidak terbaik bagi Tuhan. Sebagai manusia yang sadar atas kebaikan Tuhan manusia sudah layaknya mempunyai dan memiliki tanggung jawab dihadapan Tuhan, namun bukan berarti bahwa Tuhan kita miskin akan tetapi itu adalah sebagai bukti bahwa manusia adalah sudah hidup dalam kasih Tuhan dan buktinya ia memberikan yang terbaik dihadapan Tuhan. Betania artinya adalah kota yang miskin namun perempuan memberikan minyak yang wangi sangat mahal seharga 300 dinar, gaji seorang pekerja dalam setahun(sekitar 20-30 Juta rupiah sekarang). Pernyataan Yesus atas tindakannya memberikan pelajaran kepada setiap orang percaya memberikan yang terbaik bagi Tuhan bukanlah dikarna kemampuan yang ada pada kita namun bagaimana kita bergerak memberikan dengan ketulusan hati yang bersih. Karena tidak ada kata ”pemborosan” untuk sebuah perbuatan kasih (lovely deep).
           Sepanjang sejarah, banyak orang telah membuktikan bahwa hidup benar di hadapan Tuhan tidaklah percuma., karena hal itu justru akan membawanya pada berbagai pengalaman dan pencapaian-pencapaian hidup yang lebih baik. Memang tidak dapat disangkali bahwa hidup benar di hadapan bukanlah pilihan yang populer di tengah dunia yang semakin jauh dari Tuhan. Manusia lebih memilih hidup menurut standar kebenaran yang dibuatnya sendiri demi mengejar harta, populeritas, dan jabatan. Tidak mengherankan jika akhirnya mereka mendapatkan kegagalan. Sebaliknya, orang yang hidup benar akan menjadi pemenang (2 Sam 22.21-25). Sangatlah tidak beralasan kalau seseorang beranggapan bahwa perbuatan benar itu percuma, karena Tuhan pasti akan membalasnya. Firman Tuhan berkata; ”Ia akan memunculkan kebenaranmu seperti terang, dan hakmu seperti siang” (Mzm 37.6).  Jangan pernah takut untuk menabur, karena ketika kita menabur kebaikan walaupun sedikit, ia akan dilipatgandakan oleh Tuhan yang memang ahli pelipatgandaan. Singkirkanlah karat-karat kekuatiran dan kekikiran dan hidup kita, demi kelancaran aliran berkat yang baru. Kita harus menyadari setiap manusia diperlengkapi dengan potensi yang berbeda-beda.
           Tindakan kasih perempuan ini mengajak kita agar kita melakukan tindakan kasih pada saat yang tepat. Sebuah pemberian jauh lebih bernilai bila diberikan pada saat yang tepat. Segelas air di gurun pasir jauh lebih berharga daripada seember air di tepi sumur, jauh lebih berharga dan bernilai bila kita memberikan uang sepuluh ribu rupiah kepada seseorang ketika dia masih gelandangan daripada memberikan sepuluh juta setelah ia menjadi konglomerat. Nyanyian orang Batak ”Uju dingolungkon ma nian, tupa ma bahen angka na denggan”. Biasa setelah orang tuanya sakit parah kemudian diberikan makan yang enak, bagaimana ia akan menikmatinya, setelah mati didirikan tugu yang seharga ratusan juta, namun ketika masih hidup dibiarkan tidur di tikar yang busuk dan penuh ngegat. Tidak akan ada yang percuma bagi Tuhan....Amin

Minggu, 24 Oktober 2010

Hidup Dalam Tuhan

gr.abnerpanjaitan


Jika kita melihat dan mendapat pengetahuan tentang manfaat air dalam kehidupan sehari-hari, tidak ada seorangpun yang tidak mengatakan bahwa air adalah salah satu kebutuhan vital. Sebagaimana dengan Air Kehidupan yang dikatakan oleh Yesus ”Air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya (Yoh 4.14)”, dimana air juga merupakan suatu yang sangat berharga dan menjadi suatu saluran yang dipakai oleh Yesus untuk membangun keterikatan antara manusia dengan Dia sebagai ciptaan yang tidak dapat lepas dari hubungan dan memiliki ketergantungan antara Allah sebagai pencipta dengan yang diciptakan. ”Pada waktu itu akan mengalir air kehidupan dari Yerusalem (Zak 14.8), dimana kemenangan Allah dan Tuhan sebagai Raja atas Yerusalem yang telah diberikan pada umat Israel, Tuhan selalu memberikan yang terbaik bagi umatNya, walaupun manusia itu sering melakukan pelanggaran(dosa). Tuhan  akan menempatkan kehidupan yang lebih baik pada setiap orang yang taat padaNya dan setiap orang yang percaya kepadaNya akan menerima upah yang bersumber dari Tuhan ( bnd Ul 11.11-12).
Apa yang boleh kita lakukan dan diperlihatkan ketika kita sudah hidup dalam Tuhan ?
Pertama: Beribadah kepada Tuhan Allahmu (Kel 23.25).
Dia adalah sumber kehidupan dan kekuatan. Karna itu kita harus menyerahkan seluruh kehidupan kita hanya ke tangan pengasihan Tuhan sebagai sumber kekuatan dan pertolongan sebab ada jaminan kehidupan bagi orang-orang yang percaya kepadaNya ( lih Yesaya 38.1-8). Orang yang taat dan setia pada kasih setia Tuhan ia akan melakukan apa yang menyenangkan hati orang banyak, terutama hati Tuhan.
Kedua: Jauh dari segala kenajisan dan berbuat dosa (Hes 36.25).
Satu pengorbanan yang terlalu besar untuk meninggalkan dosa-dosa, sedangkan orang-orang yang benar akan dilindungi oleh kuas Ilahi. Manusia yang sudah menerima pentahiran Allah akan menunjukkan kehidupannya selalu penuh dengan kekudusan juga sukacita.  
Ketiga: Bersekutu dengan Yesus melalui Roh Kudus dengan setia (I Kort 1.9).    
Saat ini roh kekacauan sedang merajalela di segala bangsa dan pemberontakan yang dari waktu ke waktu persekutuan dan saling menghargai sudah semakin punah dari kehidupan umat manusia. Karna itu kita harus menjadi alat pemersatu untuk kedamaian bumi ini.